Pages

Sabtu, 12 September 2015

KOMUNIKASI MASSA

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan (informasi/message) dari komunikator/sumber kepada komunikan.penerima melalui media tertentu untuk menghasilkan efek/tujuan tertentu dengan mengharapkan feedback/umpan balik

Unsur-unsur komunikasi:
1. Penyampai pesan/komunikator/sumber/Source
2. Pesan/Message
3. Penerima pesan/Receiver
4. Media/Channel
5. Efek/tujuan/Destination
6. Umpan balik/Feedback
7. Gangguan/Noise noise

KOMUNIKASI MASSA adalah proses komunikasi dengan menggunakan media massa. Contoh media massa:
1. Cetak: surat kabar, majalah, etc.
2. Non Cetak: radio, TV, internet, film.

“Yang terpenting adalah bukan jenis media massanya tetapi yang diperlukan adalah pemahaman lebih luas dari konsep-konsep tersebut, apakah semua media beroperasi sama.”

Komunikasi massa menurut tokoh:
·         Joseph R. Dominick: Komunikasi massa adalah suatu proses dimana suatu organisasi yang kompleks dengan bantuan satu atau lebih mesin memproduksi dan mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar, heterogen, dan tersebar.
·         Jalaluddin Rakhmat merangkum: Komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.
·         DeFleur & Dennis Ë komunikasi sebagai proses.

Tahapan-tahap pembentuk komunikasi massa:
1.  Komunikator professional
2.  Cepat & berkelanjutan
3.  Khalayak luas & beragam
4.  Kesamaan makna
5.  Mempengaruhi khalayak
6.  Mengutamakan unsur isi daripada hubungan
7.  Bersifat satu arah
8.  Stimulasi alat indera terbatas
9.  Feedback tertunda

PERBEDAAN KOMUNIKASI MASSA & TATAP MUKA
1.  Konsekuensi menggunakan media
2.  Konsekuensi memiliki khalayak luas & beragam
3.  Pengaruh sosial & kultural perbedaan

·         Secara teknis menurut Elizabeth Noelle-Neuman ada 4 tanda pokok dari komunikasi massa yang tidak terdapat pada komunikasi interpersonal:
· bersifat tidak langsung
· bersifat searah
· bersifat terbuka
· mempunyai publik yang tersebar secara geografis


PROSES & MODEL KOMMUNIKASI MASSA

Ada 2 proses komunikasi
1.  Komunikasi Primer
Proses komunikasi yang tidak menggunakan media tetapi menggunakan lambang/simbol sebagai media satu-satunya. Ada 2 jenis lambang:
a)   Verbal: lambang/simbol/pesan yang berupa kata-kata (lisan/tulisan).
b)   Non Verbal: bahasa tubuh/body language/ekspresi wajah Non verbal  dalam bentuk tulisan ex. Tinta merah: marah.
c)   Paralinguistik Z Dialek: cara orang berbicara, Intonasi, Volume suara,  Kecepatan berbicara.
2.  Komunikasi Sekunder
Proses penyampaian & penerimaan pesan dengan menggunakan media sebagai sarana komunikasi seperti media massa dan media non massa (interpost media).

MODEL KOMUNIKASI MASSA

1.  Model Jarum Hipodermik (Peluru Ajaib)
2.  Model Satu Tahap
3.  Model Kosmopolitik
4.  Model Banyak Tahap
5.  Model Shannon & Weaver
6.  Model Bittner
7.  Model Schramn

HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI MASSA

1. Hambatan Psikologi: kepentingan, prasangka, stereotipe dan motivasi
2. Hambatan Sosiokultural: aneka etnik, perbedaan norma sosial, kurang
   mampu berbahasa Indonesia, faktor semantic, pendidikan belum merata
   dan hambatan mekanis
3. Hambatan Interaksi Verbal: polarisasi, orientasi intensional, evaluasi
   statis dan indiskriminasi












Sabtu, 05 September 2015

KOMUNIKASI DAN PERIKLANAN

Komunikasi adalah proses bertukar pesan yang bersifat informatif, persuasif, serta terjadinya perubahan perilaku. Pemasaran adalah proses manajemen yang bertanggung jawab terhadap identifikasi, antisipasi, serta pemenuhan kebutuhan konsumen dan dalam waktu yang bersamaan, menciptakan keuntungan bagi perusahaan, dan periklanan adalah cara menjual melalui penyebaran informasi.
Keterkaitan Periklanan dan Komunikasi, yaitu:
1.   Iklan sebagai teknik penyampaian pesan dalam bisnis, secara otomatis menjalankan fungsi-fungsi yang diemban media massa.
2.  Iklan berfungsi komunikasi, yang berarti memberikan penerangan dan informasi mengenai suatu barang dan jasa.
Fungsi Periklanan Sebagai Proses Komunikasi:
1.  Komunikasi pemasaran
Periklanan sebagai salah satu bentuk khusus komunikasi untuk memenuhi fungsi pemasaran.
o   Periklanan harus mampu membujuk khalayak ramai.
o Periklanan harus mampu mengarahkan konsumen membeli produk yang telah dirancang.
o   Periklanan harus dapat mempengaruhi pemilihan dan keputusan pembelian.
2.  Komunikasi efektif
Dengan membuat kalimat efektif, singkat dan simbol-simbol yang mudah dimengerti khalayak. Ex: Simbol perdamaian.
3. Periklanan sebagai perubahan sikap, terkait dengan tujuan komunikasi
Periklanan dijadikan sebagai sarana kampanye mengenai pola hidup, pembelian produk dsb.
4. Periklanan terkait dengan tindakan komunikasi
Periklanan tidak sekedar memberikan informasi, melainkan terjadi perubahan perilaku. Ex: Pembelian.
5. Periklanan terkait dengan kendalakendala komunikasi
Kendala dalam kegiatan komunikasi bisa saja akan terjadi dalam periklanan. Ex.: Asumsi dan makna yang berbeda.

SEJARAH PERIKLANAN
Berasal dari kata ad-vere yang berati mengoperkan fikiran kepada pihak lain. “Pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media”. American Marketing Association (AMA), mendefenisikan iklan sebagai : “Bentuk penyajian dan promosi mengenai gagasan, barang, atau jasa kepada khalayak (non personal) oleh sponsor yang jelas, dan untuk itu dikenakan pembayaran. Liliweri, menjelaskan iklan sebagai proses komunikasi yang mempunyai kekuatan yang sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang , memberikan layanan, ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif.  
Prinsip dasar periklanan dalam perspektif komunikasi:
1. Adanya pesan tertentu
2. Dilakukan oleh komunikator (Sponsor)
3. Dilakukan dengan cara personal
4. Disampaikan untuk khalayak tertentu
5. Menyampaikan pesan dilakukan dengan pembayaran 6. Mengharapkan     dampak tertentu
·        BENTUK AWAL PERIKLANAN
Iklan tidak terlepas dari kehidupan industri modern, biasanya sering dipakai oleh negara-negara yang sedang mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Periklanan digunakan sebagai cara menjual barang dengan memamerkan ala kadarnya. Contoh seperti papan nama sederhana, tradisional periklanan seperti melukis di batubatu, dinding dsb.



·         PERIKLANAN DALAM ERA PERTUMBUHAN PERKOTAAN
Ekspansi penduduk dan pertumbuhan kota-kota yang dipenuhi oleh banyak toko dan pusatpusat perdagangan. Pola-pola produksi secara missal. Terbentuk dan berkembangnya jaringan komunikasi. Perkembangan dunia periklanan seiiring dengan perkembangan media.


·         PERIKLANAN DAN DUNIA MODERN
Alat yang efektif untuk memasarkan produk. Produsen dan distributor membutuhkan iklan untuk menjual barangnya, sedangkan pembeli membutuhkan informasi yang memadai mengenai produk dan jasa yang tersedia di pasar. Peran biro iklan sebagai perantara pihak media massa dan para pengiklan. Tuntutan fungsi-fungsi kreatif Defenisi iklan : Berasal dari kata ad-vere yang berati mengoperkan fikiran kepada pihak lain. “pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media”.
·         JENIS IKLAN
-        Brand advertising
-        Retail advertising
-        Political advertising
-        Directory advertising
-        Direct respon advertising
-        Business to business advertising
-        Institutional advertising

-        Public service advertising

MODEL KOMUNIKASI


Model ialah suatu gambaran yang sistematis dan abstrak, di mana menggambarkan potensi-potensi tertentu yang berkaitan dengan berbagai aspek dari sebuah proses (book, 1980).
Ada juga yang menggambarkan model sebagai cara untuk menunjukan sebuah objek, dimana di dalamnya dijelaskan kompleksitas suatu proses, pemikiran, dan hubungan antara unsure-unsur yang mendukung.
Model dibangun agar kita dapat mengindentifikasi, mengambarkan atau mengategorisasikan komponen-komponen yang relavan dari suatu proses. Sebuah model dapat dikatakan sempurna, jika ia mampu memprlihatkan semua aspek-aspek yang mendukung terjadinya sebuah proses. Misalnya dapat melakukan spesifikasi dan menunjukan kaitan antara satukomponen-komponen lainnya dalam suatu proses, serta keberadaannya dapat ditunjukan secara nyata.
Model komunikasi ada tiga model yakni :
Ø  Model Analisis Dasar Komunikasi
Model ini dinilai sebagai model klasik atau model pemula komunikasi yang dikembangkan sejak Aristoteles, kemudian Laswell hingga Shannon dan Weaver.

    Aristoteles yang hidup pada saat komunikasi retorika sangat berkembang di Yunani, terutama keterampilan orang membuat pidato pembelaan dimuka pengadilan dan rapat-rapat umum yang dihadiri oleh rakyat. Atas dasar itu, Aristoteles membuat model komunikasi yang terdiri atas tiga unsur, yakni:

Sumber                Pesan                 Penerima
   
Model komunikasi yang dibuat Aristoteles belum menempatkan unsur media dalam proses komunikasi. Hal ini bisa dimengerti, karena retorika pada masa Aristoteles merupakan seni keterampilan komunikasi yang sangat popular. Media seperti surat kabar, radio, dan televise belum tersedia.
    Model komunikasi yang dibuat Aristoteles telah mempengaruhi Harold D. Laswell, yang kemudian membuat model komunikasi yang dikenal dengan formula Laswell.
   

        Tahun 1949, dua orang insinyur listrik Claude E. Shannon dan Warren Weaver, berhasil menerbitkan buku The Mathematical Theory of Communication atas dana Rockefeller Foundation. Kedua insinyur yang bekerja di laboratorium elektronik Bell ini, mencoba mendiskusikan sebuah model komunikasi yang nantinya banyak member pengaruh terhadap peneliti-peneliti komunikasi.
        Dalam studi yang mereka lakukan, kedua tokoh ini tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan pengiriman pesan melalui saluran-saluran elektronik seperti telepon dan radio dari segi teknik, mereka menanyakan berapa banyak signal (pesan) yang bisa dipancarkan pada titik maksimum secara cermat dan teliti. Juga ditanyakan seberapa banyak signal yang rusak karena gangguan selama proses pengiriman sampai kepada penerima.


Pada gambar menunjukkan proses komunikasi dimulai dari sumber yang menciptakan pesan, kemudian ditransmit melalui saluran kawat atau gelombang udara. Pesan ditangkap oleh pesawat penerima yang merekonstruksi kembali sinyal itu sampai kepada tujuannya (destination). Tujuan di sini adalah penerima yang menjadi sasaran pesan.
        Dalam proses komunikasi yang digambarkan Shannon, salah satu unsur yang cukup penting ialah gangguan (noise). Gangguan disini menunjukkan adanya rintangan yang terjadi pada saluran, sehingga menghasilkan pesan yang berbeda seperti yang di transmit oleh sumber. Misalnya suara gesekan diradio atau terlalu banyak bunyi yang bordering di telepon sehingga pendengar menerima pesan tidak sempurna.

Meski model matematik ini sebelumnya dinilai sebagai model komunikasi linear untuk keperluan jaringan telekomunikasi, tetapi makin lama makin diakui bahwa model ini dapat diterapkan dalam proses komunikasi antarmanusia (Miller dan Cherry dalam Schramm, 1971). Bahkan Johnson dan Klare (1961) mengakui bahwa model komunikasi yang dibuat oleh Shannon dan Weaver telah memberi motivasi dikalangan ilmuwan di bidang komunikasi dan juga ilmu sosial lainnya untuk merumuskan pemikiran mereka dalam bentuk model.

Jumat, 04 September 2015

JENIS-JENIS KOMUNIKASI

KOMUNIKASI MENURUT CARA PENYAMPAIAN
Pada dasarnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lainnya karena manusia selain mahluk individu juga sekaligus mahluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Namun tidak semua orang dapat secara trampil berkomunikasi, oleh karena itu perlu dikenali berbagai cara penyampaian informasi.
Menurut cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi :
a)        Komunikasi Lisan
Komunikasi yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana dua belah pihak dapat bertatap muka, misalnya dialog dua orang, wawancara maupun rapat dan sebagainya.
Komunikasi yang terjadi secara tidak langsung karena dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telepon dan sebagainya.
b)       Komunikasi Tertulis
Komunikasi Tertulis adalah komunikasi yang dilaksanakan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas tetapi dipandang perlu untuk ditulis dengan maksud-maksud tertentu.
Contoh-contoh komunikasi tertulis ini antara lain:
  • Naskah, yang biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat komplek.
  • Blangko-blangko, yang dipergunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
  • Gambar dan foto, karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
  • Spanduk, yang biasa dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang.
Dalam berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya dipertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Disamping itu perlu juga resiko dari komunikasi tertulis tersebut, misalnya aman, mudah dimengerti dan menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud.

KOMUNIKASI MENURUT KELANGSUNGANNYA
Di dalam proses komunikasi dapat kita ketahui terjadinya interaksi dua belah pihak tersebut sebagai berikut :
·         Komunikasi Langsung
Proses komunikasinya dilaksanakan secara langsung tanpa bantuan perantara orang ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh jarak.
·         Komunikasi Tidak Langsung
Proses komunikasinya dilaksanakan dengan bantuan pihak ketiga atau bantuan alat-alat atau media komunikasi.

KOMUNIKASI MENURUT PERILAKU
Komunikasi merupakan hasil belajar manusia yang terjadi secara otomatis, sehingga dipengaruhi oleh perilaku maupun posisi seseorang. Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi :

·         Komunikasi Formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya.
·         Komunikasi Informal
Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus, dan sebagainya.
·         Komunikasi Nonformal
Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan, dan sebagainya.

KOMUNIKASI MENURUT MAKSUD KOMUNIKASI
Bila diperhatikan dengan seksama, maka dapat diketahui bahwa komunikasi dapat terlaksana bila terdapat inisiatif dari komunikator maka maksud terlaksananya komunikasi lebih banyak ditentukan oleh komunikator tersebut. Menurut maksud dilakukan komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut:
·      Pidato
·      Ceramah 
·      Memberi prasaran
·      Wawancara 
·      Memberi perintah atau tugas
Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator menjadi faktor penentu, demikian pula kemafipuan komunikator tersebutlah yang memegang peranan keberhasilan proses komunikasinya.

KOMUNIKASI MENURUT RUANG LINGKUP
Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan jenis komunikasi ini. Maka dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat dibedakan sebagai berikut:
a)       Komunikasi Internal
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja.
Komunikasi Internal ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
b)       Komunikasi Vertikal, yaitu komunikasi yang terjadi dalam bentuk komunikasi dari atasan kepada bawahan, misalnya perintah, teguran, pujian, petunjuk dan sebagainya.
c)       Komunikasi Horisontal, yaitu komunikasi yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi/ kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sejajar.
d)       Komunikasi Diagonal, yaitu komunikasi yang terjadi di dalam ruang lingkuporganisasi atau kantor diantara orang - orang yang mempunyai kedudukan tidak sama pada posisi tidak sejalur vertikal.
e)       Komunikasi Eksternal
Komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi atau perusahaan tersebut. Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk :
·         Eksposisi, pameran, promosi, publikasi dan sebagainya
·         Konperensi pers( press release )
·         Siaran televisi, radio, dan sebagainya
·         Bakti sosial, pengabdian pada masyarakat, dan sebagainya
Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapat pengertian,kepercayaan, bantuan dan kerjasama dengan masyarakat.

KOMUNIKASI MENURUT ALIRAN INFORMASI
Informasi merupakan muatan yang menjadi bagian pokok dalam komunikasi, oleh karena itu arah informasi tersebut akan menentukan macam komunikasi yang sedang terjadi. Komunikasi menurut aliran informasi dapat dibedakan sebagai berikut :
·         Komunikasi satu arah ( simplex )
Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja (one way communication ). Pada umumnya komunikasi ini terjadi dalam keadaan mendesak atau darurat atau yang terjadi karena sistem yang mengaturnya harus demikian, misalnya untuk menjaga kerahasiaan atau untuk menjaga kewibawaan pimpinan.
·         Komunikasi dua arah ( duplex )
Komunikasi yang bersifat timbal balik ( two ways communication ). Dalam hal ini komunikasi diberi kesempatan untuk memberikan respons atau feed back kepada komunikatornya. Maka komunikasi ini dapat memberikan kepuasan kedua belah pihak dan dapat menghindarkan terjadinya kesalah pahaman.
·         Komunikasi ke atas
Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan.
·         Komunikasi ke bawah
Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan.
·         Komunikasi ke samping
Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar.
Dengan demikian arah informasi tersebut akan dianut sebagai bentuk interaksikomunikasinya.
KOMUNIKASI MENURUT JARINGAN KERJA
Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan komunikasi akan terlaksana menurut sistem yang ditetapkannya dalam jaringan kerja. Komunikasi menurut jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi :
a)       Komunikasi jaringan kerja rantai
Komunikasi terjadi menurut saluran hirarchi organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
b)       Komunikasi jaringan kerja lingkaran
Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran. Saluran komunikasi lebih singkat dan merupakan kebalikan dari jaringan kerja rantai.
c)       Komunikasi jaringan bintang
Komunikasi ini terjadi melalui satu'sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.

KOMUNIKASI MENURUT PERANAN INDIVIDU
Komunikasi yang dilakukan oleh seseorang kepada pihak-pihak lain baik secara kelompok maupun secara individual. Dalam komunikasi ini peranan individu sangat mempengaruhi keberhasilan proses komunikasinya. Ada beberapa macam antara lain :
Ø  Komunikasi antar individu dengan individu yang lain.
Komunikasi ini terlaksana baik secara nonformal maupun informal, yang jelas individu yang bertindak sebagai komunikator harus mampu mempengaruhi perilaku individu yang lain.
Ø  Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas.
Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
Ø  Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih.

Dalam komunikasi ini individu berperanan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

KOMUNIKASI MENURUT JUMLAH YANG BERKOMUNIKASI

Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)
        Komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu, atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri.
Terjadinya proses komunikasi di sini karena adanya seseorang yang memberi terhadap sesuatu objek yang diamatinya atau terbetik dalam pikirannya.objek dalam hal ini bisa saja dalam bentuk benda, kejadian alam, peristiwa, pengalaman, fakta yang mengandung arti bagi manusia, baik yang terjadi di luar di dalam diri seseorang.

Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
             Komunikasi antarpribadi yang dimaksud di sini  ialah proses komunikasi yang berlangsung antar dua orang atau lebih secara tatap muka, seperti yang di nyatakan oleh
R. Wayne Pace ( 1979 ). Bahwa ‘ interpersonal communication is communication involving two or more people in a face to face setting’.
Menurut sifatnya, komunikasi antarpribadi dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni  komunikasi Diadik (Dyadic Communication), dan komunikasi kecil (Small Group Communication).
Komunikasi diadik ialah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang situasi dua orang dalam situasi tatap muka.
Komunikasi kelompok kecil ialah proses komunikasi yang berlangsung tiga orang atau lebih secara tatap muka,di mana anggota-anggotanya saling berinteraksi satu sama lainnya.

Komunikasi Publik (Public Communication)
             Komunikasi public biasa disebut komunikasi pidato, komunikasi kolektif, komunikasi retorika, public speaking, dan komunikasi khalayak (audience communication). Apapun namanya komunikasi public menunjukan suatu proses di mana pesan-pesan disampaikan oleh dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih.
Komunikasi publik meimiliki cirri komunikasi interpersonal (pribadi), karena berlangsung secara tatap muka, tetapi terdapat berbagai perbedaan yang cukup mendasar sehingga memiliki cirri masing-masing.
             Dalam komunikasi public penyampaian pesan berlangsung secara kontinu. Dapat diidentifikasi siapa yang berbicara (sumber) dan siapa pendengarnya. Interaksi antara sumber dan penerima sangat terbatas, sehingga tanggapan balik juga terbatas. Hal ini disebabkan karena waktu yang digunakan sangat terbatas, dan jumlah khalayak relative besar. Sumber sering kali tidak dapat mengindetifikasi satu persatu pendengarnya.

Komunikasi Massa (Mass Communication)
             Terdapat berbagai macam pendapat tentang pengertian komunikasi massa. Ada yang menilai dari segmen khalayaknya dari segmen, dan ada pula dari sifat pesannya.
Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung di mana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya masal melalui alat-alat yang bersifat mekanis seperti radio, televise, surat kabar, dan film.